Pameran Seni Visual ’Komedi Putar’Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara Yogyakarta 55000
Pembukaan: Sabtu, 15 Maret 2008, pukul 14.00 WIB
Dibuka oleh
Emha Ainun Najib / Cak Nun [Budayawan]
Karya-karya yang kita nikmati di pameran ini bagaikan berkata:
“Jangan berhenti berputar lho, nanti kehilangan komedi…”.
[Cuplikan kata sambutan dari Emha Ainun Najib].Perupa peserta pameran [51 perupa]: Abdul Fattah, Afdhal, Agus Yulianto, Ahmad Zaki, Anas Etan, Andy Wahono, Antoni Eka Putra, Arie Dyanto, Arif Sulaiman, Artadi, Budi Eka Putra, Danney Junerta [Dani Agus Yuniarta], Dimas Bayu Arfianto, Eko Didyk ‘Codit’ Sukowati, Erica Hestu Wahyuni, Farhan Siki, Fransgupita, Fredy Chandra, Giring Prihatyasono, Gintani Nur Apresia Swastika, Hamdan, Hendra ‘He He’ Harsono, I Made Widya Diputra a.k.a Lampung, Iqrar Dinata, Iwan Effendi, I Gede Made Surya Darma, Janu Satmoko, Kasih Hartono, Komroden Haro, Lia Mareza, Luddy Astaghis, Mufi Mubaroh, Mulyo Gunarso, Niko Ricardi, Pandu Mahendra, Puji Rahayu, Putra Eko Prasetyo, RM. Soni Irawan, Suitbertus Sarwoko, Solichin, Suharmanto, Tasiman, Taufik, Terra Bajragosha, Teresia Agustina Sitompul, Utin Rini, Wibowo Adi Utama, Win Dwi Laksono, Yerry Padang, Yon Indra, Yusron Mudakir.
Tulisan pengantar pameran:Komedi Putar : Komedi Peradaban Berputar oleh Emha Ainun Najib [budayawan]
Komidi Putar, Pasar Malam, dan Sekaten oleh Yuni Prasetya [jurnalis]
‘Peta’ Kota ala Perupa Muda Jogja oleh Mikke Susanto [kurator Jogja Gallery]
Pameran ini diselenggarakan sebagai bentuk respon Jogja Gallery untuk pasar malam dan agenda tahunan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat: SEKATEN. Pameran serupa, juga pernah diselenggarakan Jogja Gallery, setahun lalu dengan tema ’Eksisten’. Dalam pameran ini perupa yang diundang diharapkan dapat memberi sumbangan kreatif berupa karya-karya yang memiliki tema untuk mengingat kembali keberadaan dan sejarah kota Yogyakarta. Hal ini, menarik dilakukan agar publik merasakan kembali bagaimana kota Yogyakarta yang telah berusia lebih dari 250 tahun ini.
Even ini telah menandai penyelenggaraan pameran yang ke-24 sejak Jogja Gallery berdiri 19 September 2006 di Yogyakarta. Pameran yang diselenggarakan secara reguler [tahunan] oleh Jogja Gallery kali ini bersifat, pameran bersama dan akan mengetengahkan karya-karya perupa Indonesia [kami mengundang 51 perupa]. Tercatat ada 56 karya yang akan dipresentasikan dalam pameran ini, berupa 2 mau pun 3 dimensi. Kali ini Jogja Gallery akan banyak menampilkan karya-karya perupa muda. 22 peserta pameran [bisa dilihat di atas, saya memberikan
highlight warna biru], merupakan perupa yang baru pertama kali berpameran di Jogja Gallery. Hal ini merupakan perhatian tersendiri bagi Jogja Gallery, karena kami ingin menampilkan, mempromosikan, memberi kesempatan, serta mengakomodir perupa-perupa muda yang bermunculan dengan karya-karya berkualitas mereka. Mengembalikan semangat awal berdirinya Jogja Gallery, sebagai ”rumah bersama”, untuk memberikan kontribusi bagi semua pihak.
Perihal tema pameran, Jogja Gallery tidak memberikan batasan mengenai ide karya kepada para perupa, namun inginnya masih berkaitan dengan tema ‘Komedi Putar’,
yang menjadi salah satu ikon sebuah festival kesenian rakyat seperti Sekaten. Tema ini memang terkesan ringan, namun sebenarnya banyak sisi yang bisa dieksplorasi dari tema ini. Demikian halnya dengan respon ke 51 perupa, ada respon serius hingga satir. Sebagai contoh, perupa Arie Dyanto yang merespon tema ini dengan menariknya. Melalui karyanya, Arie mengajak kita untuk berkaca tentang riuhnya pasar malam Sekaten sebenarnya sama riuhnya dengan hiruk pikuk pasar seni rupa Indonesia saat ini, seperti perihal larisnya karya-karya perupa kita, lelang, kolekdol dan sebagainya.
Disamping itu, Jogja Gallery ingin mengajak untuk kembali memaknai Sekaten yang sesungguhnya, yang semakin hari semakin terpupus oleh lajunya kapitalisme, konsumerisme dan globalisasi saat ini. Pemaknaan ulang atas makna Sekaten ditinjau dari sudut pandang religi, tradisi dan budaya. Sementara berhubungan dengan tema pameran ‘Komedi Putar’, kata komedi disini bisa dimaknai ganda, yakni komedi = lucu dan atau
plesetan dari komidi putar. Dimana komidi putar adalah salah satu ikon sebuah festival rakyat seperti Sekaten. Salah satu bentuk permainan yang hampir selalu ada, sangat menghibur, harga terjangkau, meski setiap tahun harganya naik, dan banyak diminati pengunjung Sekaten. Secara filosofis, dapat dimaknai pula sebagai sebuah perjalanan hidup manusia yang kadang di bawah dan kadang di atas. Sehingga melalui pameran ini ingin digambarkan hubungan-hubungan antara Sekaten sebagai sebuah peristiwa budaya yang menghibur rakyat dari berbagai kalangan untuk tidak melupakan makna Sekaten yang sesungguhnya atas kepentingan tradisi dan religi.
Maka pameran ini merupakan bentuk kepedulian dan respon, serta partisipasi Jogja Gallery memeriahkan Sekaten. Dimana lokasi Jogja Gallery yang berlokasi dalam kompleks Alun-alun Utara, sebuah kawasan
heritage, sangat berkaitan secara geografis mau pun psikologis terhadap even itu sendiri. [
Nunuk Ambarwati, Program Manager Jogja Gallery].
Keterangan LainAcara pendukung, kerja sama antara Jogja Gallery dengan Dini Advertising: Lomba Lukis Anak Jogja
‘Alun-alun dan Sekaten Jogja’ Pelaksanaan Minggu, 23 Maret 2008
Pukul8.00 – 12.00 WIB
TempatJogja Gallery, Jl. Pekapalan No. 7 Yogyakarta
Kategori pesertaKelompok A: siswa-siswi kelas 1 - 3 SD
Kelompok B: siswa-siswi kelas 4 - 6 SD
Kelompok C: siswa-siswi kelas 1 – 3 SLTP
Kelompok D : siswa-siswi kelas 1 – 3 SLTA
Juri Mikke Susanto [kurator Jogja Gallery], Erica Hestu Wahyuni [perupa], M. Adhisupo [wartawan Kedaulatan Rakyat].
Hadiah, masing-masing pemenang [juara I, II, III] untuk masing-masing kategori mendapatkan sertifikat dan uang tunai.
Partner: Dini Advertising, Royal Garden Resto, Mall Malioboro, Gramedia, Akseri, PT Dakota, Novotel Hotel, Yogyakarta Grand Mercure Hotel.
Media partner: Radio Sonora, Radio EMC FM, Radio Global FM, Radio Istakalisa, Radio Petra FM, Radio RRI Pro 2 FM, Radio GCD FM, Kedaulatan Rakyat, Kompas, Majalah GONG, Majalah Kabare, Jogja TV.
Pameran berlangsung hingga 30 Maret 2008Galeri buka tiap Selasa – Minggu, pukul 09.00 – 21.oo WIB
Tiket tanda masuk Rp 3.000,-
Jogja Gallery mengundang civitas akademika di seluruh Indonesia, untuk mengikuti program ‘Apresiasi Seni untuk Pelajar’ setiap kali pameran berlangsung. Dapatkan diskon 50% untuk tiket tanda masuk bagi rombongan pelajar/mahasiswa, khusus untuk program ini.
Kontak dan informasi selanjutnya, hubungi:
Jogja Gallery [JG]Jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara Yogyakarta 55000 INDONESIA
Tel. +62 274 419999, 412021
Tel/Fax. +62 274 412023
Tel/SMS. +62 274 7161188, +62 888 696 7227
Email
jogjagallery@yahoo.co.id /
info@jogja-gallery.comhttp://jogja-gallery.com